Arsitek dan desainer interior percaya bahwa rendering sangat berpengaruh pada kualitas presentasi kepada klien. Bisa dikatakan bahwa rendering adalah salah satu elemen penting dalam berkomunikasi. Bahkan tidak hanya untuk klien, semua orang yang terlibat dalam desain memerlukan sajian visual. Jika semakin dibuat secara realistis maka kemungkinan rencana desain yang akan dibangun juga semakin tinggi.

Dengan adanya rendering, klien atau orang awam akan menjadi jauh lebih paham dengan desain yang menjadi ide para arsitek atau desainer interior.







Pada bulan Juli lalu, CASA Indonesia bekerja sama dengan Kunkun Visual dipandu oleh Rheza Eka Nugraha, Founder dan CEO Kunkun Visual. Mengajak para peserta Rendering Class Series untuk belajar cepat selama 1 jam penuh. Mengenali prinsip dan trik dasar dalam melakukan rendering eksterior bangunan.

Jika para pembaca mengikuti perkembangan rendering visual di Indonesia, pasti tidak asing lagi dengan tim yang satu ini. Kunkun Visual adalah perusahaan visualisasi arsitektur yang berbasis di Bandung sejak 2016. Menjadi salah satu perusahaan 3D terbaik di Indonesia dan sudah bekerja secara global.


Kunkun Visual


Terlewat sesi Rendering Class Series yang satu ini? Tenang, CASA Indonesia sudah merangkum semuanya. Yuk simak!


Step 1 Persiapan File


Kunkun Visual


Persiapan file yaitu menyiapkan elemen-elemen yang menjadi bahan untuk rendering. Seperti file 3D bangunan, material, file 2D pepohonan, dll.

Jangan lupa, jika ingin hasil rendering yang detail buatlah nat dan detail arsitektur pada file 3D bangunan.


Rendering Class Series / Kunkun Visual


Setelah semua siap, import file ke rendering engine tapi tidak perlu memasukkan elemen furniture atau vegetasi. Ini juga akan membuat file 3D tidak memiliki bobot yang sangat berat.

Eitss! Jangan lupa untuk mengatur angel kamera yang pas sesuai dengan view yang diinginkan. Misalnya, untuk human eyeview, buatlah pandangan kamera dengan tinggi sekitar 180 cm. Tentunya ketinggian akan berbeda-beda jika pada kondisi khusus seperti bird eyeview.

Kemudian buatlah override material putih yaitu putihkan semua material supaya dapat terlihat jatuhnya bayangan di bangunan saat mengatur tinggi dan rendahnya posisi matahari. Posisi matahari itu juga penting, loh!


Step 2 Lighting


Kunkun Visual


Carilah referensi untuk menjadi acuan rendering. Sky dan sun adalah 2 hal yang penting untuk membuat rendering kita menjadi semakin nyata.

Sky yaitu yang bisa kita lihat bayangan gelap kebiruan pada bangunan sedangkan sun yaitu bayangan cahaya matahari yang jatuh ke bangunan.


Rendering Class Series / Kunkun Visual


Jika kita bisa mem-breakdown perbedaan jatuhnya cahaya langit dan cahaya matahari dengan benar, sudah dipastikan dasar render realistis sudah Anda pegang. Pada setiap rendering engine pasti punya pengaturan sun dan sky tersebut.

Kemudian samakan warna bayangan sky dan sun yang jatuh ke bangunan dengan melihat referensi. Aturlah melalui exposure, whitebalance, dan perhatikan kontrasnya.

Jangan lupa juga samakan warna langit dengan cara mengatur saturation.




Step 3 Material


Kunkun Visual


Tentukan prioritas material pada rendering, utamakan material yang paling terlihat berdasarkan luasan yang terbesar. Melakukan detail material tentunya dimulai dari urutan prioritas. Akan lebih mudah jika dibuat urutan satu sampai sekian dengan itu tahap kerja akan semakin jelas.


Rendering Class Series / Kunkun Visual


Saat memasukkan material ke bangunan, bisa diatur dalam pengaturan reflection dan bump sesuai dengan realita material di kehidupan nyata. Tentunya masing-masing render engine memiliki pengaturannya masing-masing.

Setelah itu, abukan material yang akan diedit pada post production yaitu material-material yang akan ditambahkan melalui Photoshop.


Step 4 Persiapan Postpro


Kunkun Visual


Saat tahap 1 sampai 3 sudah selesai, export file render dan juga file tambahan lainnya seperti Material ID (memisahkan material dengan warna) dan Normal Geometri (memisahkan warna berdasarkan posisi geometri) kedalam bentuk file Tiff. Nah, sekarang kita bisa memasukkan semua file tadi ke Photoshop. Masukkan file referensi yang tadi untuk menjadi acuan editing pada aplikasi ini.


Kunkun Visual


Pada prinsipnya, gunakan tools masking pada penambahan material baru dari gambar tambahan ke gambar rendering. Kemudian sesuaikan overlay gambar, transparency, atau warna melalui pengaturan hue dan saturation


Step 5 Post Processing


>

Rendering Class Series / Kunkun Visual


Pada proses terakhir ini, masukkan gambar-gambar seperti pepohonan, semak, background langit pada gambar rendering untuk menambahkan kesan hidup. Tapi jangan lupa perhatikan jatuhnya bayangan yang sama antara bangunan dan elemen material lainnya.

Jika ingin membuat kesan lebih terpusat, Anda bisa memberikan efek lebih gelap pada frame gambar menggunakan tools brush.

Terakhir, jika dirasa sudah lengkap Anda bisa mengatur dari ketajaman warna secara keseluruhan menggunakan colorgrading pada saturation, hue, exposure, dan tools editing lainnya.


Teks oleh : Laura A. Hutabarat

Foto Teaser : Kunkun Visual