Apa yang menjadi daya tarik sebuah restoran? Warna yang menonjol? Atau spot foto yang estetik? Pada dasarnya, elemen-elemen menarik itulah yang mendukung terciptanya suasana dalam restoran.


Syarat dasar yang wajib terdapat dalam suatu restoran antara lain kadar pencahayaan yang cukup dan cocok dengan fungsinya, serta tinggi perabot yang digunakan. Lantas, cara-cara apa yang dapat diterapkan agar interior restoran dapat menarik perhatian dan membuat customer nyaman? Baca sampai akhir, ya!





1. Mainkan highlight

Highlight yaitu pemberian sorotan dalam restoran, yang dapat berupa aksen warna dan material. Warna aksen dapat dimanfaatkan untuk menguatkan citra brand jika memiliki warna khas tertentu. Warna dapat dikombinasi dengan warna netral seperti abu-abu, cokelat, putih, dan hitam, untuk digunakan pada kaki kursi, kaki meja, maupun warna pada sisi dinding tertentu.



(CCS Architecture / Photo by Gand Rapids Chair Company)


Beberapa material yang dapat menonjol seperti batu bata maupun fabric yang transparan dapat diaplikasikan sesuai konsep yang ingin dicapai.



(Hitzig Militello Arquitectos / Photo by Mohammed Shehab Din)


2. Batasi

Batasi jumlah warna, jenis font, dan juga material yang terdapat di dalam restoran. Sebelumnya, ketahui terlebih dahulu kesan apa yang ingin diberikan kepada pelanggan, lalu tandai tiga saja yang menjadi prioritas. Misalnya untuk meningkatkan nafsu makan, warna yang dipilih untuk menstimulasi selera makan yaitu warna-warna hangat seperti merah, kuning, dan jingga.



(Saladino Design Studios / Photo by Kris Tamburello)


Contoh lain yaitu pada dinding, disarankan untuk menggunakan satu sampai dua material, seperti beton ekspos yang disandingkan dengan grill kayu, dan lain-lain. Pembatasan terhadap warna dan material diterapkan guna mencegah arah pandang pelanggan tersebar ke banyak sudut hingga menimbulkan pusing.



(Francesc Rifé Studio / Photo by David Zarzoso)


3. Berikan cerita

Bukan cerita seperti buku dongeng, namun harus sama menariknya, ya! Cerita yang bisa diperlihatkan adalah alur yang dapat memberi gambaran kepada pelanggan tentang sejarah pemilihan nama restoran hingga jenis sajian yang dihidangkan.


Visualisasinya dapat berupa dinding mural maupun replika sajian dalam bentuk miniatur pada area masuk ke restoran. Adanya sebuah cerita dapat memperkuat branding yang membuat suatu restoran identik hingga memikat pelanggan untuk teringat dan datang kembali.



(Photo by Vandal, New York / opentable.com)


4. Open space

Konsep yang sedang trendy sekaligus fungsional yaitu open space. Open space mengusung konsep ruang terbuka dan tanpa sekat. Perbedaan tinggi sekat antar pelanggan dapat memberi persepsi yang berbeda pula. Semakin tinggi pembatas, semakin sempit jarak pandang pelanggan dan dapat memperkeruh suasana saat menikmati hidangan.




Interaksi dari jarak pandang secukupnya diperlukan antara customer dan karyawan maupun customer dengan customer lainnya. Dengan adanya interaksi ini, akan tercipta momen yang tak terlupakan di benak pelanggan sepulang dari restoran.



(YoDezeen Studio / Photo by Andrii Shurpenkov)


5. Perhatikan detail

Terakhir namun yang tidak kalah penting, detail dalam restoran dapat menimbulkan ketertarikan serta kenyamanan bagi customer. Detail yang meningkatkan kualitas restoran dapat berupa suhu ruangan yang stabil dan sejuk, serta jenis musik yang disetel. Jenis musik dapat dicocokkan dengan target usia restoran dan mood yang ingin dicapai di hari tertentu.



(Photo by Eat This, Not That! / pinterest.com / pinterest.com)


Itu dia tips-tips untuk meningkatkan customer experience di restoranmu. Selamat mencoba!


Teks dan foto oleh: Chintya Novianty Kosasih, Mahasiswi Universitas Kristen Petra