Telah menjadi impian semua orang untuk memiliki furnitur berkualitas tanpa harus melebihi limit budget belanjanya. Demi menjawab impian tersebut, Koda selaku Original Design Manufacturer berbasis di Singapura dengan ketat memperhatikan efisiensi saat proses manufaktur. Dengan demikian dapat memproduksi furnitur berkualitas dengan harga yang kompetitif.


"Many people think of designs without looking into the manufacturing aspects of the designs. This will make the items uncompetitive in the market. It is crucial that designers and marketers work very closely with the factory to make sure that designs are able to be manufactured within the capabilities of the factory at a competitive price point.” - Ernie Koh, Koda Executive Director





Axel Collection


Bisnis keluarga yang telah berdiri sejak tahun 1972 di sebuah workshop sederhana terletak di Geylang, Singapura ini telah berkembang pesat dan memasok hingga 150 klien internasional, termasuk di dalamnya nama seperti Crate and Barrel, Pottery Barn, dan Harvey Norman.


Inovasi Sekaligus Regenerasi

Diluncurkan pada tahun 2011, generasi muda di Koda menghadirkan Commune, sebuah concept store yang dirancang untuk menjual furnitur serta menggugah pengalaman ruang pengunjungnya secara indera serta perasaan.


Koleksi Volta


Saat melangkah ke outlet Commune yang kini berjumlah hingga 70 dan tersebar tak hanya di Singapura, Tiongkok, Malaysia, dan Filipina, pengunjung seolah disajikan makna baru akan kenyamanan. Makna tersebut secara halus disuntikkan lewat produk rumah yang telah terkurasi, termasuk di dalamnya laboratorium wewangian untuk menciptakan customized scent untuk di rumah dan masih banyak lagi.


Baca juga, Rak Dinding Kayu Ini Punya Banyak Fungsi!


Key for Survival

Pada tahun 1972, Koda menancapkan kehadirannya di dunia furnitur melalui produk seperti Wooden TV dan Speaker Cabinet. Kini demi terus relevan terhadap kebutuhan konsumen, Koda terus melakukan riset dan secara konsisten selalu memilih menggunakan kayu sebagai material produksinya.




Volta Sideboard menggunakan American walnut


“Most of our products have American hardwood incorporated in them. We feel that these timbers are timeless - they will never go out of style. The grains, texture and versatility of wood I feel tells a story of nature which also brings warmth to the designed environment.” Juliah Koh - Koda Heads of Branding & Design


Contohnya saja koleksi Axel yang menggunakan american walnut dalam menyuguhkan sejumlah furnitur seperti arm chair, sideboard, hingga dining table. Walnut berhasil memancarkan kesan luxurious berkat pola serat kayunya yang cenderung lurus sehingga diminati oleh high end product


Axel Sideboard


Sedangkan saat berbicara akan koleksi Tierra, charm dari american white oak terpancar dengan lembut. Dengan range warna sapwood mulai dari whitish hingga coklat muda serta heartwood yang dimulai dari mid sampai coklat tua, membuat kayu ini populer diterapkan pada produk bergaya Scandinavian.


Tierra TV Unit


Detail walnut pada Tierra Sideboard


Baca juga, Omega Mas, Berkomitmen Membentuk Lingkungan Berkelanjutan

Tipe white oak sendiri mengisi 33 persen resource dari American hardwood dan salah satu tipe yang dipromosikan American Hardwood Export Council (AHEC). AHEC dikenal sebagai asosiasi terkemuka bagi industri hardwood asal Amerika sekaligus merepresentasikan para perusahaan eksporter kayu. Lebih dari 25 tahun lamanya, asosiasi ini turut membangun lingkungan kreatif bagi brand pengguna American Hardwood serta berbagi informasi teknis bagi manufaktur, specifier, serta desainer di beragam belahan dunia. Selain itu, material ini dikenal memiliki nilai sustainability yang bagus dan versatile diterapkan dalam berbagai bentuk desain.


Sumber foto: Koda / AHEC