Kehadiran material kayu dalam interior bukanlah hal asing dan tetap populer dipakai oleh kalangan publik hingga saat ini. Salah satu material yang AlaCASA ingin perkenalkan adalah american red oak yang fleksibel untuk diolah, baik menjadi furnitur, panel interior, ceiling, dan lain-lainnya.


Material ini turut menjadi highlight utama dalam ajang design camp yang diselenggarakan oleh The American Hardwood Export Council (AHEC) dan berlangsung sejak bulan Januari hingga Maret dengan closing ceremony jatuh pada tanggal 31 Maret 2022. Turut didukung oleh Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta, 48 desainer muda penuh potensial yang terdiri dari 28 murid dan 20 young professional, ikut serta dalam design camp yang berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.







Menggunakan american red oak sebagai topik utama dalam kompetisinya, design camp ini dengan bangga mengumumkan 4 pemenang utama yang telah menyuguhkan kreasi mereka dalam mengolah material kayu berasal dari hardwood forest berlokasi di Amerika Serikat ini. Memiliki paras light brown pada pinggiran serta pinkish atau reddish brown pada bagian tengah kayunya, american red oak kerap diproduksi dalam bentuk sawn lumber dan veneer.


Bisa dibuat jadi apa sajakah material kayu ini? Mari intip kreasi unik buatan 4 desainer muda pemenang design camp.


BEST DESIGN FOR FURNITURE


1. Fable Collection oleh Aryawan Mantra (Kategori Young Professional)




Memanfaatkan sifat porous pada kayu yang membuatnya mampu menyerap beragam treatment dengan baik, Aryawan menciptakan sebuah set furnitur untuk anak-anak. Terinspirasi dari cerita rakyat, produk ciptaan Mantra diharapkan bisa menggugah imajinasi sembari mengakomodasi kegiatan belajar yang lebih menyenangkan.

 

Meja belajar mengadaptasi bentuk hewan buaya yang juga berperan sebagai lemari buku dengan detail yang berfungsi untuk menaruh gadget yang kini kian menjadi elemen utama dalam remote learning dan di masa kini. Furnitur ini ditemani dengan stool berbentuk rusa yang tak hanya untuk duduk tapi juga sebagai rocking chair. Dengan demikian membuat si buah hati bisa belajar sekaligus bermain menggunakan stool ini.


Baca juga, Rak Dinding Kayu Ini Punya Banyak Fungsi!


2. Kaleles Bar Stool oleh Alouyxius Bertrand Cleviandro (Kategori Student)






Bertrand terinspirasi dari Karapan Sapi yang kerap menjadi kegiatan khas asal Madura, Jawa Timur untuk menciptakan bar stool ini. Pelana atau Kaleles yang digunakan saat pertandingan merupakan ide utama yang direfleksikan menjadi sebuah stool oleh desainer. Sandaran kursi menggambarkan bull's horn sedangkan detail curved brass pada kaki kursi merepresentasikan kerangka penopang untuk jockey.


BEST DESIGN FOR INTERIOR SPACE


3. Baluran National Park Safari Lodge oleh Muhamad Abdurrohim (Kategori Young Professional)


American red oak hadir dengan versatile dalam karya ciptaan Abdurrohim. Kayu tipe red oak diterapkan sebagai struktur ceiling sedangkan tipe white oak hadir pada eksterior. Penerapan ini untuk menampilkan pengalaman ruang seperti sedang berada di sebuah african safari lodge yang menjadi inspirasi utama sang desainer. 


Kehadiran space ini diharapkan dapat menunjang publik untuk lebih menikmati Baluran National Park, Situbondo, Jawa Timur yang kaya akan flora dan fauna eksotis. Gedung dirancang menyerupai bentuk kunang-kunang yang terbagi atas 4 kamar tidur, common area untuk makan serta kegiatan lainnya.


Baca juga, 5 Furnitur Karya Desainer Asia yang Berkonsep Unik


4. Rumpi oleh Margaretha (Kategori Student)




Berangkat dari Sustainable Development Goal yang dirilis oleh United Nation, Margaretha berharap Rumpi bisa menjadi salah satu instrumen dalam mengurangi angka kemiskinan serta ketidaksetaraan sosial yang disebabkan oleh kurangnya edukasi. Maka dari itu, ruang ini dirancang sebagai ruang edukasi bersifat portable yang mampu mewadahi kegiatan diskusi, pelatihan, maupun self reflection.


Memiliki fitur medium bending strength, desainer mengolah american red oak menjadi sebuah space dengan garis lengkung yang gemulai. Hasilnya adalah ruangan yang mampu mengakomodasi untuk menyimpan buku serta berdiskusi yang rencananya akan diletakkan di area publik.





Sumber foto: AHEC