Berwisata sejarah bisa menjadi alternatif untuk mengisi waktu liburan singkat. Anda tidak perlu ribet pergi keluar kota, karena di Jakarta Anda juga bisa berwisata sejarah, lho!


Sebagai ibu kota Indonesia, kota Jakarta memiliki banyak tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi, baik bersama teman maupun keluarga. Anda bisa menikmati objek wisata sekaligus menyelami sejarah bangsa Indonesia. 





Penasaran ada tempat wisata sejarah apa saja di Jakarta? Berikut ini daftarnya!


1. Monumen Nasional (Monas)


(@monumen.nasional / Instagram)


Berwisata sejarah di Jakarta, kurang lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Monumen Nasional, atau dikenal juga sebagai Monas. Monumen Nasional ini berlokasi di Jakarta Pusat. 


Dikutip dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta, Monumen Nasional merupakan simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam memperoleh kemerdekaan. Bangunan ini didesain dan dibangun oleh arsitek ternama Indonesia, yakni Soedarsono, Silaban, dan Rooseno, pada tahun 1961, dan dibuka untuk umum pada tahun 1975. Monas dimahkotai lidah api yang dilapisi emas murni seberat 50 kilogram. 


Selain mengetahui sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Anda juga dapat menikmati keindahan kota Jakarta dari puncak monas. 


2. Kota Tua Jakarta


(Photo:Doc. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta /Adhi Muhammad Daryono)


Kota Tua Jakarta, juga dikenal dengan sebutan Batavia Lama, adalah destinasi wisata sejarah di Jakarta yang wajib Anda kunjungi. Di sini, dulunya, Pemerintah Belanda membangun gedung pemerintahan, perdagangan, dan perkantoran. 


Sebagai pusat kota, pusat pemerintahan, dan pusat perdagangan sejak abad ke-16, kini Batavia Lama merupakan rumah bagi beberapa situs dan bangunan bersejarah di Jakarta, ini termasuk: Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, Toko Merah, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Wayang, Jembatan Kota Intan, dan Museum Bahari. 


3. Pelabuhan Sunda Kelapa


(Photo:Doc. Dinas Kebudayaan DKI Jakarta)


Sunda Kelapa adalah pelabuhan yang telah dikenal sejak abad ke-12, dan merupakan pelabuhan terpenting pada masa itu. Hingga saat ini, pelabuhan sunda kelapa masih aktif beroperasi, sekaligus menjadi kawasan wisata karena nilai sejarahnya yang tinggi. 


4. Tugu Proklamasi


(Photo: Doc. Pemprov DKI Jakarta / Facebook)


Destinasi wisata lainnya yang wajib dikunjungi saat berwisata sejarah di Jakarta, yaitu Tugu Proklamasi. Tugu ini diresmikan pada 17 Agustus 1972. Dulu kala, tempat ini merupakan rumah tinggal Presiden Republik Indonesia sekaligus Bapak Proklamator, Ir. Soekarno, yang ketika itu beralamat di Jl. Pegangsaan Timur No. 56. Di tempat ini Teks Proklamasi Indonesia dibacakan pertama kali oleh Bung Karno dan Hatta pada 17 Agustus 1945. 


Di tempat ini terdapat dua patung Soekarno-Hatta berukuran besar yang berdiri berdampingan, mirip dengan dokumentasi foto ketika naskah proklamasi pertama kali dibacakan. Dan, di tengah-tengahnya terdapat naskah proklamasi terbuat dari lempengan batu marmer hitam, dengan susunan dan bentuk tulisan yang dibuat semirip mungkin dengan naskah aslinya.


5. Monumen Pancasila Sakti


(Photo:Doc. Cagar Budaya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan)




Monumen Pancasila Sakti merupakan tempat yang dibangun untuk mengenang peristiwa Gerakan 30 September PKI (G30S/PKI). Monumen ini berlokasi di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Disini terdapat 7 patung Pahlawan Revolusi yang gugur setelah diculik dan dibunuh oleh Partai Komunis Indonesia, yaitu, Jenderal Ahmad Yani, Letjen Suprapto, Letjen S. Parman, Letjen M.T. Haryono, Mayjen Sutoyo Siswomiharjo, Mayjen D. I. Panjaitan, dan Kapten Pierre Tendean. Dan, juga terdapat sejumlah diorama peristiwa dan barang-barang terkait gerakan 30 September.


6. Masjid Istiqlal


(Photo:Doc.Suku Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Administrasi Jakarta Pusat)


Masih aktif digunakan sebagai tempat beribadah umat muslim, Masjid Istiqlal juga menjadi salah satu daya tarik wisata yang terkenal di Jakarta. Ini termasuk masjid terbesar di Asia Tenggara dengan daya tampung sekitar 120.000 orang, yang diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tahun 1978. 


Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern, yang dirancang oleh Friedrich Silaban.


Sebagian besar wisatawan yang datang umumnya wisatawan lokal dan asing yang beragama Islam. Akan tetapi, wisatawan non-Muslim juga dapat berkunjung ke masjid ini —meskipun ??hanya bagian tertentu saja yang boleh dikunjungi dan harus didampingi pemandu— setelah sebelumnya mendapat pengarahan mengenai etika di dalam masjid dan sejarah Masjid Istiqlal.


7. Museum Gereja Katedral


(@museumkatedraljkt / Instagram)


Satu lagi, tempat wisata sejarah dan religi di Jakarta yang bisa dikunjungi untuk berlibur singkat adalah Museum Gereja Katedral, yang terletak di kawasan Gereja Katedral.


Museum ini diprakarsai oleh pastor kepala Katedral pada waktu itu, Peter Rudolf Kurris, dan diresmikan pada tahun 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmaja. Museum Katedral adalah museum yang berisikan koleksi benda umat Katolik yang terkait dengan sejarah dan perkembangan agama Katolik di Indonesia. 


Selesai melihat koleksi di dalam museum, Anda bisa berfoto-foto di sekitar Gereja Katedral yang memiliki arsitektur khas Eropa.


8. Museum Nasional Indonesia


(Photo:Doc. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)


Museum nasional, atau dikenal juga sebagai museum gajah, adalah museum prasejarah, arkeologi, etnografi, geografi, dan peninggalan sejarah Indonesia yang terletak di Jakarta Pusat. Dinamakan museum gajah karena di depan Museum Nasional Indonesia terdapat patung gajah yang merupakan hadiah dari Raja Thailand pada tahun 1871, Raja Chulalongkorn. 


Museum ini menyimpan banyak koleksi benda-benda bersejarah dari seluruh Nusantara, ini termasuk, arca-arca kuno, prasasti, benda-benda kuno lainnya dan barang-barang kerajinan.




(Teaser: @monumen.nasional / Instagram)