Museum MACAN gelar pameran yang berisi representasi diri dan karir dari seorang seniman Agus Suwage selama 30 tahun berkarya. Pameran ini dibuka untuk publik pada 4 Juni s.d 15 Oktober 2022. Agus merupakan seniman terkemuka di Indonesia yang mengawali karirnya dibidang desain grafis dan seorang lulusan Institut Teknologi Bandung Fakultas Seni Rupa dan Desain.





Dalam konferensi pers Aaron Seeto selaku direktur museum MACAN mengatakan bahwa konsistensi dalam berkarya menjadi salah satu alasan dipilihnya karya Agus “Semua karyanya masih relevan hingga saat ini, bisa dihubungkan dengan keadaan kita sekarang.”


Melalui lebih kurang 80 karya yang dihadirkan dalam bentuk instalasi, patung, lukisan, dan seni gambar Agus menganggap pameran ini adalah sebuah album dari karyanya yang setengahnya menjadi kepemilikan pihak lain “Karya yang ada disini sebagian besar dalam perjalanan karir saya dari tahun 90-an hingga yang terbaru. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya dapat bertemu dengan karya yang hilang.”




Karya-karyanya kerap mengangkat tema dan kritik isu budaya dan sosial politik serta terinspirasi dari isu kehidupan sehari-hari. “Saya juga baru menyadari tema saya sebenarnya yang baru-baru menggali karya lama. Setelah saya pelajari berkarya semacam mengeluarkan unek-unek, sebagai obat bagi saya pribadi” tutur Agus.



Salah satu karyanya yang ditampilkan berjudul “Tembok Toleransi.” Instalasi ini dibuat pada tahun 2012. Agus merupakan seorang yang menganut kepercayaan Kristen, kediaman Agus dikelilingi oleh masjid-masjid, sehingga azan dapat terdengar menembus dinding rumahnya, namun Agus memaknai azan sesuatu yang tidak mengintimidasi namun mewujudkan ketenangan.


Sumber foto: Museum MACAN, AlaCASA

Teks oleh: Raissa Ghina P