Sebelum pandemi, masyarakat Indonesia banyak mengeluh tentang tempat wisata yang berlokasi di outdoor terutama di Jakarta. Dengan alasan panas, debu, dan kurang nyaman. Namun kini habit itu pun akhirnya bergeser karena alasan kesehatan. "Kita sudah kehilangan interaksi dengan alam, maka kita butuh alasan dan wadah untuk semakin dekat dengan nature tersebut," demikian papar Santi Alaysius, co-founder Domisilium Studio di acara press conference Indonesia Design District (IDD). AlaCASA pun setuju dan sangat mendukung statement tersebut, terutama saat Agung Sedayu Group secara resmi meresmikan sebuah gebrakan baru.







Untuk pertama kalinya, Jakarta memiliki semi outdoor mall sebesar 10 hektar di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 yang akan memanjakan para design enthusiast. Sebagai pengembang properti terkemuka di Indonesia, Agung Sedayu Group tengah mengembangkan pusat furnitur terbesar dan terlengkap di Indonesia. Tempat ini akan menyajikan 200 brand furnitur yang bisa menjadi pilihan saat berbelanja, termasuk Bika Living, Stela Mobili dari Bika Group, Magran Group, Vivere, Melandas, Malinda, Box Living, TOTO, King Koil dan BL.


Baca juga, Funan: Berkendara Sepeda di Dalam Mal Terbaru Singapura


Baru saja, acara ground breaking diadakan dengan meriah karena dihadiri oleh Angela Herliani Tanoesoedibjo selaku Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Ahmed Zaki Iskandar - Bupati Tangerang, Kombes Pol Zein Dwi Nugroho - Kapolresta Metro Tangerang Kota, Letkol Inf Bangun I.E. Siregar - Komando Distrik Militer Tangerang. Acara ini juga dihadiri oleh jajaran BOD Agung Sedayu Group, para tenant yang sudah bergabung dalam proyek ini dan para tamu undangan lainnya.




Sebuah properti tak akan sempurna tanpa desain yang memukau. Di balik kemegahan IDD ini ada kreasi dari arsitek ternama yaitu Rida Sobana. Arsitek asal Indonesia yang kini menjabat sebagai direktur untuk DP Architects, firma arsitektur asal Singapura tersebut terus menjalani passion yang sangat digemarinya. Selama 30 tahun berkarya sebagai seorang arsitek, Rida banyak melihat perkembangan arsitektur di berbagai belahan dunia.






Di Asia Tenggara misal, menurut pengalamannya, kawasan ini memiliki keunikan dan ruang yang dinamis untuk mengaplikasikan ragam praktik arsitektur berdasarkan budaya dan kondisi socio-economics-nya. Permintaan yang bervariasi juga melahirkan pendekatan baru untuk diterapkan pada setiap proyek arsitektur yang dikerjakan. 


Baca juga, Arsitek Indonesia yang Sukses di Singapura


IDD akan menghadirkan pengalaman berbelanja furnitur yang unik dan secara dinamis memadukan ritel serta konsep komunal dalam satu pengembangan melalui konsep mal semi terbuka. Walau dalam payung besar dan benang merah yang DP Architects telah rancang, setiap tenants di IDD akan memiliki desain fasad toko yang berbeda-beda. Semua brand akan memiliki ciri khasnya masing-masing namun tetap mengangkat tema Indonesia. Skema desain IDD akan mengutamakan tiga hal, yaitu konektivitas, kreativitas, dan kenyamanan. 




"Program ruang yang strategis memperkenalkan jalur pejalan kaki yang intuitif dan memungkinkan para pengguna untuk terhubung dengan lokasi tersebut dalam skala pandang manusia. Plaza ini dilengkapi dengan integrasi ruang sosial yang memperhatikan berbagai faktor seperti alun-alun yang terbuka namun dilengkapi kanopi pelindung dan menempatkan pavilion dan kios F&B di tengah-tengah lahan," papar Rida yang datang khusus ke Indonesia dari Singapura untuk projek terbarunya.


Soesilawati selaku Project Director IDD menjelaskan bahwa kompleks seluas 10Ha ini terkoneksi secara seamless dengan Erajaya Digital Complex (EDC) yang menempati lahan seluas 2.1ha, persis di sebelah lahan IDD, menjadikan kedua proyek ini menjadi satu kesatuan mega proyek.


Sumber foto: Indonesia Design District, Agung Sedayu Group