Lampu atau penerangan adalah hal yang penting dalam kehidupan namun tak jarang juga orang mengabaikan keberadaannya, terutama yang tinggal di kota besar. Saat lampu mati, barulah merasakan kekhawatiran kapan lampu akan menyala lagi. Berbeda dengan yang tinggal di daerah pelosok yang menganggap kata "terang" adalah hal berarti saat malam. Betapa mereka memaksimalkan pekerjaan saat matahari masih bersinar.







#TerangIndonesia adalah sebuah semangat dari brand in-Lite. Sebagai brand lighting lokal, in-Lite berusaha sebaik mungkin untuk support penerangan di Indonesia, terutama yang membutuhkan seperti daerah pelosok atau yang terkena bencana alam.




Satu lampu menjadi berarti. Terang dari sebuah lampu memberikan senyum bagi yang sedang membutuhkan. Telah berdiri hampir 1 dekade, in-Lite pun sudah semakin memahami kebutuhan masyarakat Indonesia, baik dari segi bisnis, entertainment, ataupun sosial.





Tapi seperti yang kita ketahui, tak jarang juga masyarakat kurang memperhatikan brand sebuah lampu atau "yang penting nyala". Padahal kualitas sebuah lampu dapat bermanfaat untuk jangka panjang. Kualitas di sini berarti lampu menyala dengan konsisten, durasi yang lama, dan juga material yang kuat namun tetap dengan harga yang affordable.




Stigma perempuan tidak paham tentang lampu itu akhirnya kini semakin berubah. Berkat knowledge yang mudah dipahami melalui sosial media @inliteled dan juga serangkaian produk plug&play (panel inbow dan outbow) memberikan kenyamanan buat para pengguna.


Sebagai second generation yang berperan sebagai General Marketing Manager in-Lite, Fransiska Darmawan mengubah sistem marketing dan brand awereness in-Lite. Selama pandemi ini, e-commerce dan media sosial in-Lite lebih difokuskan sehingga lebih mudah didapatkan. in-Lite kini semakin dekat dengan customer sesuai dengan visi barunya, B2C. 



Sumber foto: in-Lite