Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru saja mempersiapkan bangunan infrastruktur sarana dan prasarana penunjang di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan tujuan meningkatkan kunjungan bagi para wisatawan ke Labuan Bajo.







Keindahan dari Pantai Labuan Bajo ini tetap harus dijaga, mengingat daerah wisata ini akan menjadi salah satu venue KTT G20, dan berpotensi menjadi waterfront terbaik di dunia. Selain fasilitasnya yang sekarang jauh lebih memadai daripada sebelumnya, banyak juga desain-desain menarik perhatian pada pembangunan ini.




Yori Antar (Han Awal & Partners Architects) mengambil peran sangat penting dalam pembangunan tersebut. Dimulai dari pembangunan Waterfront, Puncak Waringin, Batu Cermin, Anjungan Jalan dan Rinca.




Menariknya lagi, untuk sculpture, Yori Antar meminta Sunaryo seniman legendaris asal Bandung untuk mengambil peran dalam desainnya yang membuat Project ini jadi lebih menarik dan artistik. Yuk intip desain-desain uniknya!






“Abipraya sebagai salah satu BUMN konstruksi kredibel, memberikan kontribusi penuh dalam upaya mendukung kesuksesan Presidensi G20 dengan mempercantik Labuan Bajo," ungkap Miftakhul Anas selaku Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.




Pantai Marina-Bukit Pramuka menjadi salah satu kawasan yang menjadi pusat pembangunan project ini. terbagi menjadi lima zona. Kawasan Waterfront yang rencananya akan dibagi menjadi 5 zona, yang terdiri dari Zona 1 kawasan Bukit Pramuka yang ditujukan untuk para pejalan kaki atau promenade.



Zona 2 di Kampung Air dan Zona 3 di bagian Dermaga, yang bisa digunakan untuk penyelenggaraan evententertaiment dan meeting. Sedangkan untuk Zona 4 di kawasan Pantai Marina (Inaya Bay), dan Zona 5 di daerah Kampung Ujung dibangun untuk Zona para pengunjung mencari informasi dan layanan publik, tepatnya di Tourist Information Center (TIC).


Sumber foto: Dian Rosalia (PUPR)
Teks oleh: Asyifa Ar'rifqu H.P