Kawasan Menteng di pusat kota Jakarta masih menjadi area yang dikenal sebagai kawasan elit baik untuk hunian maupun perkantoran. Citra kawasan Menteng yang luks kian semarak dengan dibukanya hotel Park Hyatt Jakarta sekaligus menandai lahirnya debut brand Park Hyatt di Indonesia. Berlokasi di kawasan pusat bisnis Jakarta yang ramai, hotel ini tidak hanya menawarkan fasilitas penginapan, melainkan juga rangkaian pilihan kuliner, rekreasi dan pengalaman wellness yang khas serta ruang serbaguna yang unik untuk perayaan dan acara yang istimewa, memberikan tamu dan masyarakat Indonesia sebuah lambang kemewahan baru di Jakarta.


“Dengan berbagai hotel-hotel Hyatt yang telah beroperasi di Indonesia selama lebih dari 40 tahun, kami senang untuk mengumumkan diluncurkannya brand Park Hyatt di negara ini, memperkenalkan keramahan dan layanan pribadi di tingkat yang baru kepada masyarakat Indonesia dan pengunjung dari berbagai penjuru dunia,” kata David Udell, group president, Asia Pacific, Hyatt. “Dengan berbagai negara membuka kembali perbatasannya, serta aktivitas berpergian yang kembali bangkit, Park Hyatt Jakarta menjadi tambahan yang membanggakan bagi portfolio Park Hyatt kami, melengkapi hotel-hotel Park Hyatt yang sudah dibuka beberapa waktu belakangan ini di Auckland, Kyoto, Niseko dan Suzhou."




Park Hyatt Jakarta menempati 17 lantai teratas dari Park Tower, setinggi 37 lantai, di pusat keuangan dan pemerintahan Kota Jakarta. Lokasi hotel mengingatkan kembali pada asal-usul brand Park Hyatt dengan properti pertamanya yang menghadap ke taman yang tenang di Chicago, kedekatannya dengan alam yang mencerminkan bagaimana hotel Park Hyatt di seluruh dunia menawarkan oase ketenangan di tengah hiruk pikuk kota.

Interior Park Hyatt Jakarta dirancang oleh studio desain peraih penghargaan yang berbasis di London, Conran and Partners, yang dipimpin oleh mitranya Tina Norden. Terinspirasi oleh keindahan hutan hujan Indonesia, kerajinan tradisional dan material alami khas Indonesia, penggabungan berbagai elemen seperti batu alam dan tembaga serta tekstil tenun buatan tangan pada desain, serta ukiran kayu yang berjalin dengan perisai, secara keseluruhan menghiasi hotel menciptakan oasis yang tenang nan elegan untuk para tamu.




Sementara untuk koleksi seni yang terdapat di hotel, konsultan desain Hadiprana bertindak sebagai kurator, menggabungkan warisan tradisional dengan desain kontemporer, menciptakan kontras halus antara wajah urban modern Jakarta dengan alam Indonesia yang eksotis. Para tamu juga dapat mengagguni karya-karya buatan seniman Indonesia John Martono yang dibuat khusus untuk hotel ini, berupa paduan lukisan dan sulaman tangan abstrak yang dibuat di atas sutra. Inspirasi desain dan gaya khas Eropa juga terlihat.


Park Hyatt Jakarta memiliki 220 kamar besar yang elegan, termasuk 36 suite. Ukuran kamar tamu berkisar dari 615 hingga 915 kaki persegi (57 hingga 85 meter persegi), sedangkan suite berukuran sekitar 935 hingga 2.450 kaki persegi (87 hingga 228 meter persegi). Semua kamar dilengkapi dengan jendela setinggi langit-langit, yang menyuguhkan pemandangan jelas Kota Jakarta dan Monumen Nasional. Para tamu juga dapat berendam di tub marmer dan TV layar datar besar yang terintegrasi dengan pemutar media, sementara kamar dihiasi dengan benda benda dekoratif klasik Indonesia, mulai dari permata, lukisan, hingga perisai. Presidential Suite menawarkan kemewahan kontemporer yang bersahaja. Mencakup area seluas 3.230 kaki persegi (300 meter persegi) dan dengan pintu masuk VIP privat, suite ini memiliki kamar tidur yang luas dengan TV LED 82 inci dan ruang tamu dengan meja kerja yang terbuat dari kayu Trembesi solid. Impressive!


Foto: dok. Park Hyatt Jakarta