Setelah 2 tahun, akhirnya Pameran Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2022 yang sempat tertunda selama 2 tahun akhirnya kembali lagi. Pameran ini ditunda dengan alasan perkembangan situasi pandemi COVID-19. Indonesia merupakan salah satu negara yang menghasilkan cukup banyak industri mebel serta kerajinan yang dihasilkan oleh desainer-desainer ternama. Pada Minggu, 21 Agustus 2022, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, Rachmat Gobel mengunjungi C. Rachmat Gobel mengungkapkan bahwa Industri tersebut telah memberikan pengaruh positif terhadap aspek sosial, budaya, serta pembukaan lapangan kerja







Ia juga menambahkan bahwa ketika ia berpartisipasi dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN), ia sempat membuat road map yang berisikan strategi untuk mencapai penjualan sebesar USD 5 miliar di tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut, Abdul Sobur selaku Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyampaikan bahwa HIMKI telah menyusun sebuah Grand Strategic Plan (GSP) Industri Mebel dan Kerajinan Nasional HIMKI 2022-2025 dengan tujuan nilai ekspor dapat mencapai USD 5 miliar pada 2024.




Pameran IFEX memiliki pengaruh besar dalam pencapaian target tersebut. Pada tahun 2019, Pameran IFEX meraup total transaksi sebesar USD 1,270 miliar dari total target sebesar USD 2,5 miliar. Hal tersebut memberikan informasi bahwa setengah nilai ekspor pada tahun 2019 didapatkan dari hasil transaksi pameran IFEX tersebut.




Sementara itu, Daswar Marpaung selaku Presiden Direktur Dyandra Promosindo mengatakan menggelar pameran di tengah kondisi yang belum pulih merupakan suatu tantangan. Pada tahun ini, pameran IFEX 2022 berhasil mencatatkan lebih dari 7,000 buyers dan visitors dari 72 negara.






Kekuatan Sumber Daya Alam

Indonesia sejatinya memiliki kekayaan alam yang sangat besar untuk mendukung pertumbuhan industri mebel dan kerajinan. Menurut Gobel, berbagai bahan baku industri bisa didapatkan di dalam negeri, namun belum semuanya bisa dimanfaatkan dengan baik dan berkesinambungan. Sampai saat ini, bahan yang digunakan untuk produk mebel dan kerajinan masih didominasi oleh kayu yaitu sebesar 65,5 persen. Penggunaan rotan dan bambu masing-masing baru mencapai 13 persen dan 0,5 persen.



Tidak sedikit exhibitor yang menghadirkan produk rotan dan berhasil mencuri perhatian buyers internasional. Hal tersebut juga berhasil memberikan kesan positif terhadap acara pameran tersebut. Sehingga, HIMKI semakin optimis untuk menggelar acara pameran IFEX 2023. Bahkan, sekitar 80 persen existing exhibitor sudah menyatakan akan kembali ambil bagian pada IFEX 2023.




Foto teaser: Indonesia International Furniture Expo 
Teks oleh: Asyifa Ar'rifqu H.P