Alumunium adalah salah satu jenis logam yang paling melimpah di bumi, dan karenanya cukup sering digunakan, mulai dari konstruksi hingga peralatan memasak. Material ini dikenal ringan, tahan korosi, mentolerir suhu ekstrim dengan sangat baik, dan seringkali harganya lebih terjangkau daripada material lainnya. 


Alumunium memiliki jenis yang sangat beragam, yang dibedakan berdasarkan nilainya. Nilai aluminium yang berbeda, tentu memiliki sifat yang berbeda dan kegunaan akhir yang berbeda pula. 





Berikut ini jenis-jenis alumunium yang dibedakan berdasarkan nilai alumuniumnya beserta kegunannya, antara lain:


1. Alumunium 1100


(Photo by Mathias Reding on Pexels)


Ini adalah jenis aluminium paling murni, yang terdiri dari 99% kandungan aluminium. Jenis alumunium ini memiliki kemampuan kerja yang baik, tahan korosi, dan memiliki konduktivitas termal dan listrik yang sangat baik, menjadikannya pilihan versatile untuk hard forming, pengelasan, penyimpanan bahan kimia, aplikasi transmisi listrik, dan masih banyak lagi. 


2. Alumunium 3003


(Photo by Charlotte May on Pexels)

Jenis aluminium 3003 merupakan pilihan yang paling umum digunakan. Alumunium 3003 terdiri dari alumunium murni dengan penambahan mangan untuk meningkatkan kekuatannya. Jenis alumunium 3003 ini memiliki kekuatan sedang, ketahanan korosi dan kemampuan kerja yang baik, serta harga yang lebih ekonomis, sehingga umum digunakan untuk peralatan memasak, signs, talang air, dinding dan atap. 


Pengaplikasian alumunium untuk atap dan dinding eksterior adalah pilihan material yang baik, karena mudah dipasang, ringan, memiliki daya tahan tinggi, dan sifatnya yang tahan air. Material ini juga tidak dapat dirusak oleh jamur dan lumut. Itu artinya, lebih tahan lama. 


Para ahli telah mengonfimasi bahwa menggunakan peralatan masak dari bahan aluminium terbukti aman dan tidak akan larut ke dalam makanan. Namun, sebaiknya Anda tidak memasak makanan asam dalam panci aluminium karena dapat memengaruhi rasa makanan dan merusak peralatan memasak itu sendiri.


3. Alumunium 6061


(Photo by Karolina Grabowska on Pexels)


Alumunium 6061 adalah alumunium paduan yang terdiri dari magnesium dan silikon sebagai elemen utamanya. Jenis aluminium 6061 ini sering disebut "The Workhorse Aluminium,” karena ketahanannya terhadap panas dan korosi, serta memiliki kekuatan yang jauh lebih baik daripada jenis alumunium lainnya. Ini membuatnya sangat berguna untuk aplikasi konstruksi struktur kendaraan, arsitektur, konstruksi kapal dan komponen maritim, serta tangki scuba dan tabung penyimpanan gas bertekanan tinggi lainnya. Material ini juga dapat digunakan dalam pembuatan kaleng untuk kemasan makanan dan minuman. 




Meskipun dikatakan tahan terhadap korosi, untuk semakin meningkatkan ketahanannya, jenis aluminium ini perlu dilapisi dengan pelapis yang mampu menghalangi adanya reaksi dengan udara atau berbagai unsur yang dapat mengurangi ketahanan korosinya. 


4. Alumunium 7075


(Photo by Tima Miroshnichenko on Pexels)


Bisa dikatakan ini adalah jenis alumunium yang paling kuat, tahan tekanan dan korosi diantara jenis lainnya. Jenis alumunium ini mengandung seng sebagai elemen utamanya. 


Alumunium 7075 paling sering digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan rasio strenght-to-density tinggi, seperti aplikasi transportasi penerbangan. Ini juga biasa digunakan dalam produksi komponen sepeda dan peralatan olahraga lainnya, serta pembuatan senjata. 


Dari segi harga, alumunium 7075 jelas memiliki harga jauh lebih mahal daripada jenis alumunium lainnya. 




(Teaser photo by Mathias Reding on Unsplash)